Haidar Post - Review Novel Indonesia Autumn in Paris
"Singkat Saja Kawan, Ini Kisah Cinta Terlarang."
Topik yang sama sekali jarang, bahkan hilang di era anak muda jaman sekarang, coba saja buka sosial media, tidak sulit menemukan topik bagaimana kisah cinta selalu dieluh-eluhkan, memberikan warna dalam kehidupan, membuat siapapun ingin memiliki seseorang untuk dipamerkan kisah cintanya baik jatuh maupun bangun. Namun kita akan mundur sedikit ke era akhir 90an. Topik "Kisah Cinta Terlarang" Banyak sekali kita temukan, seperti di film autumn in my heart. Entahlah karena bersifat tabu atau memang topik ini kurang diminati oleh anak-anak muda jaman sekarang. Bisa jadi ketika kita mencoba memberikan pertanyaan Kamu tau apa itu Kisah Cinta Terlarang? anak muda jaman sekarang mungkin membutuhkan waktu untuk sekedar menele'ah "terlarangnya darimana?"
Bagi para pembaca mungkin tidak asing dengan nama Ilana Tan, Seorang penulis novel yang sangat misterius, wajahnya tidak pernah nampak di publik, kebanyakan penulis akan mempublikasi diri saat karyanya populer namun tidak dengan pengarang Novel Mega Bestseller ini. Autumn in Paris terbitan pada tahun Gramedia Pustaka Utama tahun 2007. Novel ini merupakan novel kedua dari seri 4 musim lainnya : Autumn in Paris, Winter in Tokyo, dan Spring in London.
Bercerita tentang pertemuan Tara Dupont, seorang penyiar radio, Gadis yang menyukai musim Gugur dan keindahan paris. Sifatnya ceria dan mudah dekat dengan siapapun. Tipikal gadis jaman sekarang yang disukai banyak pria hahaha, dan Tatsuya Fujisawa seorang arsitek. Karena urusan pekerjaan membuatnya harus datang ke Paris. Tempat yang ia benci beserta musim gugurnya. Selain itu ada hal yang perlu ia selesaikan di Paris. Tatsuya sedang mencari seseorang..
Pertemuannya dengan Tara mengubah semuanya, kita sebagai pembaca akan diajak mengikuti kisah cinta yang tumbuh diantara mereka berdua. Ikut senang dan tertawa sendiri tentunya. Namun semua kebahagiaan itu benar-benar hilang 180 derajat tepat di tengah buku. YA! Kamu tidak salah baca. Seandainya buku Novel ini bisa dibalik kembali bersama ceritanya Haidarpost akan mendukung.
Ops! spoilernya sampai situ, pembaca harus menikmati novel ini untuk merasakan pengalaman terbaiknya! Jujur Haidarpost menangis tersedu-sedu saat menutup halaman terakhir. Bagian menarik dari Novel ini? Ilana Tan, mampu membawa kita terhanyut ke dalam dimensi tahun 90an dimana internet jarang sekali dan harus mengandalkan telfon maupun radio. Membuat sebuah alur terasa lebih meyakinkan dan terasa berat karena segala suatu harus diselesaikan saat karakter bertemu lalu bicara secara langsung.
Korelasi ini juga dapat kita rasakan di kehidupan kita hari ini dimana kehadiran internet yang dapat membuat komunikasi antara manusia jadi begitu cepat tersampaikan. baik melalui chat maupun telfon internet.
Secara garis besar novel ini sangat bagus untuk kamu yang sedang mengisi waktu santai, menemukan novel ini di cafe atau sekedar menunggu antrian. alurnya yang mudah dipahami dan penulisan yang renyah dan cerita yang menarik menjadikan novel ini salah satu karya Ilana Tan, paling populer diantara 4 musim lainnya.




0 Komentar